30 Maret 2013

UPAYA MENINGKATKAN KEIMANAN



DAFTAR ISI

    Halaman
Kata Pengantar………………………………………………………………………    iii
Daftar Isi……………………………………………………………………………….    iv
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………….    1
A.   Latar Belakang………………………………………………………..    1
B.    Tujuan Penuisan……………………………………………………..     3
C.   Identifikasi Masalah…………………………………………………    3
D.   Pembatasan Masalah……………………………………………….     4
E.    Rumusan Masalah……………………………………………………     4
F.    Sistematika Penulisan………………………………………………    5
BAB II PEMBAHASAN MASALAH………………………………………………    7
A.   Pengertian Iman……………………………………………………..    7
B.    Penyebab Turunnya Keimanan………………………………….     7
C.   Cara Meningkatkan Keimanan…………………………………..    9
D.   Hukum-Hukum Tentang Keimanan…………………………….    10
E.    Perbuatan-Perbuatan yang Harus Dihindari Dalam
Meningkatkan Keimanan…………………………………………..    12
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………   14
A.   Simpulan…………………………………………..…………………….   14
B.    Saran-Saran……………………………………………….……………    14
Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

     Kehidupan masa kini sudah sangat melenceng dengan hukum-hukum Islam yang tercantum dalam kitab suci Al-qur’an. Banyak remaja-remaja masa kini yang tidak memperdulikan tentang larangan-larangan yang tercantum dalam Al-qur’an. Pada kenyataannya banyak tawuran antar siswa yang masih populer dikalangan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang bahkan remaja masa kini berani melawan orang tua. Tidak hanya remaja, orang dewasa maupun orang tua juga masih banyak yang tidak memperdulikan tentang larangan-larangan yang tercantum dalam Al-qur’an. Sering kita jumpai orang dewasa yang seenaknya berbuat maksiat sesuai dengan nafsu mereka tanpa memperdulikan dosa yang mereka dapat. Banyak juga orang tua yang tidak bisa menghilangkan hobinya yaitu membicarakan kelemahan orang lain atau melebih-lebihkan diri sendiri dan keluarganya.
     Kehidupan pada masa kini yang sudah melenceng dari hukum-hukum Islam sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor dari diri sendiri dan faktor dari luar. Faktor dari diri sendiri misalnya kebodohan yang merupakan pangkal dari perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya. Ketidakpedulian antar sesama, Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai. Melupakan kewajiban beribadah. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa. Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat untuk menyepelekan dosa-dosa besar.  Serta jiwa yang selalu memerintahkan untuk berbuat jahat. Faktor dari luar misalnya bujukan syaitan yang bertujuan untuk merusak keiman orang, bujukan dan rayuan dunia, serta pergaulan yang buruk.
     Kehidupan masa kini yang sudah melenceng dari aturan – aturan yang telah ditentukan tidak boleh kita biarkan. Kerjasama pemerintah dan masyarakat berperan penting dalampenyelesaian masalah ini. Dalam penyelesian masalah ini, pemerintah harus lebih menegakkan hukum. Melakukan pengawasan terhadap masyarakat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan-aturan yang telah ditentukan. Kasih sayang keluarga juga berperan penting dalam menciptakan kehidupan yang sesuai dengan ajaran-ajaran Islam yang telah ditentukan dalam kitab suci Al-qur’an. Dengan kondisi keluarga yang harmonis dapat menaikkan iman dan takwa terhadap Allah SWT. Sehingga dalam menjalani kehidupan ini kita dapat terhindar dari perbuatan dosa. Namun jika kita tidak mampu menahan nafsu dan keinginan kita, kita mudah saja terjerumus dalam perbuatan-perbuatan dosa yang telah dilarang oleh Allah SWT. Maka dari itu, dalam menjalani kehidupan ini kita harus mampu menahan nafsu dan keinginan kita agar tidak mudah terjerumus dalam perbuatan-perbuatan dosa. Dengan lingkungan hidup yang kondusif, kita tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Dalam menjalani kehidupan masa kini, kita harus pintar dalam memilih pergaulan. Jangan sampai kita terjerumus dalam pergaulan bebas yang sering kali melakukan tindakan-tindakan yang dilarang. Pergaulan yang baik mampu meningkatkan keimanan kita terhadap Allah SWT.
     Bertitik tolak dari hal-hal diatas, maka penulis akan mengangkat masalah meningkatkan keimanan didalam karya tulis yang dibuatnya.
B.   Tujuan Penulisan
     Tujuan yang hendak dicapai penulis lewat karya tulis ini antara lain:
1.     Menginformasikan kepada pembaca tentang cara meningkatkan keimanan
2.     Mengajak semua pihak untuk tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang telah dilarang  agama
3.     Mempengaruhi umat islam agar melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan perintah agama
4.     Untuk melengkapi tugas-tugas Bahasa Indonesia
C.   Identifikasi Masalah
     Masalah-masalah yang berhubungan dengan meningkatkan keimanan dapat diidentifakasikan sebagai berikut :
1.     Pengertian iman
2.     Penyebab turunnya keimanan
3.     Cara meningkatkan keimanan
4.     Keuntungan meningkatkan keimanan
5.     Ciri-ciri orang beriman
6.     Ciri-ciri orang yang tidak beriman
7.     Hukum-hukum tentang keiman
8.     Perbuatan-perbuatan yang harus dihindari dalam meningkatkan keimanan
D.   Pembatasan Masalah
     Agar pembahasan masalah lebih mendalam dan tidak keluar dari permasalahan, maka pembahasan masalah dibatasi pada masalah-masalah :
1.     Pengertian iman
2.     Penyebab turunnya keimanan
3.     Cara meningkatkan keimanan
4.     Hukum-hukum tentang keimanan
5.     Perbuatan-perbuatan yang harus dihindari dalam meningkatkan keimanan
E.   Rumusan Masalah
     Permasalahan karya tulis ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.     Bagaimanakah cara meningkatkan keimanan?

F.    Sistematika Penulisan
     Karya tulis ini menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
B.    Tujuan Penulisan
C.   Identifikasi Masalah
D.   Pembatasan Masalah
E.    Rumusan Masalah
F.    Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
A.   Pengertian Iman
B.    Penyebab Turunnya Keimanan
C.   Cara Meningkatkan Keimanan
D.   Hukum-hukum Tentang Keimanan
E.    Perbuatan-Perbuatan yang Harus Dihindari Dalam Meningkatkan Keimanan


BAB III PENUTUP
A.   Simpulan
B.    Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

A.    Pengertian Iman
     Dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia dikatakan bahwa iman secara bahasa berasal dari kata anamah yang berarti menganugrahkan rasa aman dan ketentraman, dan yang kedua masuk ke dalam suasana aman dan tentram, pengertian pertama ditunjukkan kepada Tuhan, karena itu salah satu sifat Tuhan yakni, al-Makmun, yaitu Maha Memberi keamanan dan ketentraman kepada manusia melalui agama yang diturunkan lewat Nabi. Pengertian kedua dikaitkan dengan manusia. Seorang mukmin (orang yang beriman) adalah mereka memasuki dalam suasana aman dan tentram menerima prinsip yang telah ditetapkan Tuhan.
     Sedangkan menurut Ali Mustafa al-Ghuraby menyatakan bahwa sesungguhnya Iman itu adalah ma’rifah dan pengakuan kepada Allah swt dan Rasul-Rasul-Nya (atas mereka keselematan).
     Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, iman adalah ma’rifah dan  pengakuan kepada Allah SWT dan Rasul-Rasul-Nya yang telah menganugrahkan rasa aman dan ketentraman dalam menerima prinsip yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
B.    Penyebab Turunnya Keimanan
     Sebab – sebab yang menurunkan kadar keimanan dapat datang dari dalam diri kita sendiri dan dari pihak luar.
     Hal-hal yang menurunkan keimanan yang berasal dari dalam diri kita sendiri antara lain :
1.     Kebodohan
     Kebodohan merupakan salah satu hal yang mengakibatkan berbagai perbuatan buruk. Karena itu, marilah kita berupaya semaksimal mungkin untuk mencari dan menuntut ilmu, terutama ilmu agama, sehingga terhindar dari perbuatan-perbuatan yang buruk, sebagai akibat dari kebodohan kita sendiri.
2.     Ketidakpedulian, keengganan, dan melupakan kewajiban
     Keengganan seseorang dalam ketika berurusan dengan hal-hal yang berbsifat ukhrowi membuatnya sulit untuk dapat melakukan kebaikan.
3.     Menyepelekan perintah dan larangan Allah SWT
     Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menganggap sepele apa yang telah diperintahkan dan dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa.
4.    Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
     Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.
    
     Sedangkan penurun kadar keimanan dari pihak lainantara lain :
1.    Syaitan
     Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang.
2.    Bujukan dan rayuan dunia
     Pada hakikatnya, tujuan hidup manusia adalah untuk akhirat. Dunia ini merupakan tempat kita untuk mengumpulkan bekal bagi kehidupan kita di akhirat kelak. Segala kesenangan yang ada di dunia ini merupakan kesenangan semu. Namun tidak sedikit orang yang tergoda oleh kesenangan sesaat ini, sehingga rela melakukan apa saja demi kehidupan dunia. Bahkan meskipun harus menyalahi perintah Allah SWT sekalipun.
3.    Pergaulan yang buruk
     Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam.
C.   Cara Meningkatkan Keimanan
     Berikut ini merupakan hal yang dapat meningkatkan kadar keimanan kita :
1.     Mempelajari ilmu agama islam yang bersumber pada Al Quran dan hadist
     Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
2.     Merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta’alaa yang ada di alam
     Renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini,  sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
3.     Melakukan amal kebaikan dengan ikhlas
     Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.
D.   Hukum-Hukum Tentang Keimanan
1.    Rukun iman, yang isinya :
Iman kepada Allah
Iman kepada Malaikat
Iman kepada Kitab
Iman kepada Rasul
Iman kepada hari kiamat
Iman kepada Qadha dan Qadar
2.    Rasulullah SAW mewasiatkan: “Man kâna yu’minu billâhi wal yaumil akhir, falyaqul khairan awliyasmut” (Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, berkatalah yang baik atau diamlah).
3.    Allah berfirman “Sesungguhnya perkataan (jawaban) orang-orang yang beriman di kala mereka di panggil oleh Allah dan Rasul-Nya agar menghukum (mengadili)  di antara mereka,mereka hanyalah berkata kami mendengar dan kami mentaati dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
4.    Ini (agama Islam) adalah agama yang telah Ku ridhoi untuk diriku sendiri dan tidak akan dapat di manifestasikan kecuali dalam perbuatan murah hati dan akhlak yang baik. Karena itu jadikanlah mulia dengan sifat itu selama kalian menganutnya. ( Hadis Qudsi Riwayat Sumawaih dan Ibnu Adi ).
5.    Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang menyerahkan diri hanya pada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurusâ. ( Qs An Nisa-125).
6.    Dari Sofyan bin Abdullah Assaqofi RA katanya: “Saya mengatakan : “Ya Rasulullah ! Katakanlah kepada saya tentang Islam, suatu perkataan yang tidak memerlukan saya bertanya kepada seseorang selain engkau!” Beliau bersabda: Ucapkanlah: “Saya beriman kepada Allah. Kemudian tetaplah berpendirian lurus!”
7.    “Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?”  (QS. Al-A`raf [7] : 185)
E.   Perbuatan – Perbuatan yang Harus Dihindari Dalam Meningkatkan Keimanan
1.    Berbicara yang tidak bermanfaat
     Menjaga mulut dari pembicaraan yang tidak bermanfaat, ngobrol yang tidak perlu, membuang banyak waktu berkata-kata yang tidak membawa kebaikan, tidak produktif, tidak menghasilkan perenungan dan seterusnya. Menjaga diri dari perbuatan yang tidak  berguna adalah ciri orang yang beriman.
2.    Duduk-duduk berkumpul
     Bagi seorang muslim yang ingin menjaga dan meningkatkan kualitas imannya, tidak patut melakukan kegiatan seperti itu karena akan merusak hati dan keimanan.
3.    Jalan-jalan bersenang-senang
     Senang-senang seperti itu hanya sesaat dan malah lebih banyak mudharatnya seperti lupa diri, buang-buang waktu, lupa shalat, badan letih dan lelah untuk hal-hal yang tidak berguna. Tidak ada rumusnya orang mendapat kebahagiaan dari tempat-tempat hiburan seperti itu. Kebahagiaan itu diperoleh hidup yang baik dan dekat dengan Allah SWT.
4.    Berfoya-foya
     Foya-foya sambil menghambur-hamburkan uang dan waktu, makan-makan di restoran, atau makan-makan dengan dana yang cukup besar sambil tak sadar menggerogoti hak-hak keluarga, hak-hak istri dan anak-anak. Foya-foya adalah perilaku bermegah-megahan dalam hal uang dan makanan. Begitu buruknya perilaku foya-foya atau bermegah-megahan, Allah sampai mengingatkan dengan menegaskan berulang-ulang dalam Al-Qur’an agar itu jangan dilakukan, kemudian Allah mengancamnya dengan keras di akhirat kelak dengan neraka Jahim: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” (QS Al–Takatsur: 1 – 8).
5.    Pesta dan hura-hura
     Semua bentuk kegiatan hura-hura, pesta dan senang-senang sambil melanggar syari’at agama, melakukan dosa bersama-sama, merusak diri bersama-sama, seperti pesta mabuk-mabukan, mengkonsumsi obat-obat terlarang atau narkoba, pergaulan seks bebas, main kartu sambil berjudi dan minuman keras. Saat tertawa terbahak-bahak dalam pesta seperti ini, mereka lupa api neraka sedang menunggu mereka bila tidak segera sadar dan bertaubat.




BAB III
PENUTUP

A.   Simpulan
     Iman adalah ma’rifah dan pengakuan kepada Allah SWT dan Rasul-Rasul-Nya yang telah menganugrahkan rasa aman dan ketentraman dalam menerima prinsip yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Turunnya kadar keimanan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kebodohan, ketidakpedulian, keengganan, dan melupakan kewajiban, menyepelekan perintah dan larangan Allah SWT, jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat, syaitan, bujuksn dan rayuan dunia, serta pergaulan yang buruk. Oleh karena itu, kadar keimanan pada diri kita harus ditingkatkan dengan berbagai cara. Cara-cara tersebut antara lain mempelajari ilmu agama islam yang bersumber pada Al-Quran dan hadist, merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta’alaa yang ada di alam, melakukan amal kebaikan dengan ikhlas.
B.   Saran-Saran
1.    Dalam menaikkan kadar keimanan, kita harus pandai dalam bergaul
2.    Perbanyaklah membaca Al-Quran dan hadist
3.    Kerjakanlah perintah Allah dan hindarilah larangan-larangan Allah





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My New Style

My New Style

My Family

My Family
Miyya Kak Cintha and Family

Prambanan In Action

Prambanan In Action

Kakak Miya

Kakak Miya

PKN STAIMUS 2013

PKN STAIMUS 2013
Mahasiswa PKN dan Peserta Lomba TPQ

PKN 2013 STAIMUS

PKN 2013 STAIMUS

Entri Populer