20 Desember 2011

Metode Pembelajaran PAI


RINGKASAN
Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah : Metode Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu : Drs. Marhaban, M. Ag



Disusun Oleh :

Nama          : SRI SUDARSINI
NIM            : 02.7313
Jurusan       : PAI
Semester     : V (Lima)



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MAMBA’UL ‘ULUM SURAKARTA
2011




BAB I
POKOK - POKOK UMUM


A.    PENGERTIAN METODIK KHUSUS
Secara harfiah “metodik” itu berasal dari kata “metode” (method). Metode berarti suatu cara kerja yang sistematik dan umum, seperti cara kerja ilmu pengetahuan. Sedangkan metodologi (methodology), yaitu suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian.
Metodik khusus berarti suatu penyelidikan khusus untuk suatu proyek. Metodik pengajaran agama Islam adalah suatu cara menyampaikan bahan pelajaran agama Islam.
Pengajaran agama Islam adalah suatu tugas yang setelah itu barulah kita mengetahui garis temu antara kedua lingkaran tersebut, situasinya dan tugasnya yang berkembang pula.

B.     HUBUNGAN DIDAKTIK DENGAN METODIK
Didaktik berarti ilmu mengajar yang didasarkan atas prinsip kegiatan penyampaian bahan pelajaran sehingga bahan pelajaran itu dimiliki oleh siswa. Kegiatan yang dimaksud ialah kegiatan langsung yang timbul di dalam pergaulan siswa dengan gurunya.
Jika diformulasikan maka Didaktik itu bergerak dalam lingkungan penghidangan bahan pelajaran sewaktu bahan pelajaran sedang berlangsung. Sedangkan Metodik bergerak di dalam lingkaran penyediaan jalan atau siasat yang akan ditempuh.
Metodik Khusus adalah Pengajaran yang diharapkan akan berjalan baik dimulai dari pemilihan metode mengajar dan kemudian atas dasar metode yang dipilih itu dipersiapkan kegiatan penghidangan bahan pelajaran.


C.    BEBERAPA TEORI BELAJAR
Ada beberapa istilah yang sering meragukan kita, yaitu antara istilah teori pengajaran (theory of teaching), dengan teori instruksi (theory of instruction) dan dengan teori belajar (theory of learning).
           
            Teori Belajar
Menurut Gage (1964) teori belajar itu membicarakan hal-hal yang menyangkut cara organisme belajar. Teori pengajaran menyangkut dengan cara bagaimana seseorang mempengaruhi organisme supaya belajar.
Teori-teori itu dihubungkan langsung dengan tindakan pendidikan yang terdiri dari:
1.      Formulasi tujuan pengalaman belajar
2.      Perencanaan instruksi
3.      Perencanaan penilaian mengenai hasil pengajaran di dalam suatu jangka waktu tertentu.
Teori belajar itu dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok penting: kelompok subtansi jiwa, kelompok pensyaratan (conditioning), dan kelompok pengenalan (cognitive).

1.      Teori Stimulus-Response
Pelajar, adalah suatu subyek hewan, mempunyai saraf organ, mempunyai sistem saraf dan mempunyai otot. Belajar, adalah modifikasi tingkah laku organisme sebagai hasil kematangan dan pengalaman lingkungan. Keeratan, adalah teori yang menganggap bahwa sesuatu dipelajari, sebab ia muncul bersamaan.
Kepraktisan, adalah suatu yang penting bagi para ahli behavioris yang mempercayai bahwa kemungkinan sedikit dipelajari dari pertalian serempak-tanggapan yang tunggal. Penguatan muncul apabila satu tanggapan tertentu terhadap suatu perangsang membawa rasa kepuasan.
Dalam penelitian Thorndike yang lain (1920) dengan menggunakan ayam di dalam kandang percobaan terlihat bahwa belajar itu adalah dengan gamak dan galat (trial and error). Yang menjadi basis bagi serempak-tanggapan ialah:
a.       Pelajar harus aktif
b.      Pelajaran berisi pembentukan ikatan atau kaitan antara perangsang dengan tanggapan.

Hukum umum Thorndike sebagai berikut:
1)      Hukum Kesediaan
Hukum ini menyatakan bahwa apabila kaitan yang dapat dimodifikasikan telah tersedia untuk bertindak, maka tindakan itu akan memuaskan; apabila tidak sedia maka akan menimbulkan kejengkelan.
2)      Hukum Latihan
Hukum ini terdiri dari dua bagian; terpakai dan tak terpakai. Hukum latihan terpakai, artinya latihan dengan pensyaratan-pensyaratan lain yang sama, kaitan-kaitan yang dapat dimodifikasikan dengan situasi dan tanggapan yang telah ada, memperkuat kaitan itu. Hukum latihan tak terpakai, artinya jika kaitannya dapat dimodifikasikan dan terjadi dalam waktu yang agak lama, kekuatan kaitan itu berangsur lemah.
3)      Hukum Efek
Hukum ini sering dihubungkan dengan prinsip sakit-senang. Apabila itu memuaskan, kaitan itu bertambah kuat (penguatan). Sebaliknya apabila tanggapan itu menjengkeltan maka kaitan itu berangsur lemah (penghapusan).

2.      Teori Pengenalan
Teori Gestalt atau teori lapangan belajar mula-mula dikembangkan oleh Max Wertheimer. Diikuti oleh Kurt Koffka dan Wolfgang Kohler.
Implikasi teori Gestalt ini terhadap guru adalah :
1.      Memperlengkapi siswa dengan tujuan yang dapat dipahaminya dan yang dapat dihubungkan dengan seseorang.
2.      Memperlengkapi informasi, fakta, petunjuk atau isyarat yang membuat struktur dan urutan jelas dalam jiwa.
3.      Mengenalkan akan struktur kesadaran siswa tergantung pada pengalamannya yang dahulu.
4.      Menghidangkan informasi sebagai suatu keseluruhan dan membantu siswa mengidentifikasikan unsur-unsur yang ada dan relasi-relasi untuk memperbaiki pengertian.
Dalam menggunakan teknik pemecahan masalah guru hendaknya merangsang siswa agar:
1.      Memahami dan menyatakan tujuan yang jelas.
2.      Mengingat karakteristik konsep umum atau prinsip yang mencakup didalamnya.
3.      Memahami informasi dalam aturan dan strukturnya.
4.      Merumuskan dan menguji hipotesis-hipotesis.
5.      Menyatakan konklusi atau aplikasi pemecahan masalah didalam masalah yang lain.

D.    PENGERTIAN BELAJAR-MENGAJAR
1.      Teori atau model mengajar
a.       Pendidikan Klasik
b.      Pengajaran pada permulaan dan abad pertengahan
c.       Pendidikan memasuki abad modern
d.      Metode herbartian
e.       Basis model mengajar
f.       Model cybernetic
g.      Model interaksi
h.      Model mengajar berdasarkan komputer
2.      Organisasi belajar
Prinsip-prinsip belajar :
a.       Tujuan-tujuan pelajaran hendaklah dipahami dengan jelas.
b.      Kesediaan siswa hendaklah siap jasmani dan rohani untuk mengambil bagian kegiatan belajar.
c.       Motivasi atau hasrat untuk belajar
d.      Aktivitas siswa hendaknya tangkas dan giat dalam belajar.
e.       Konsentrasi
f.       Organisasi
g.      Tanggapan
h.      Pemahaman
i.        Praktik atau ulangan
j.        Reaksi terhadap kegagalan
3.      Teknik mengajar
Kriteria-kriteria yang dapat digunakan dalam memilih pengalaman pendidikan:
a.       Pengalaman belajar hendaklah dikorelasikan dengan tujuan yang telah dikuasai oleh siswa
b.  Pengalaman belajar hendaknya direncanakan dengan mengikuti praktek yang dapat memuaskan siswa
c.       Pengalaman belajar hendaknya bertaraf tingkat semaksimal mungkin.
4.      Media mengajar
Media mengajar adalah alata perlengkapan mengajar untuk melengkapi pengalaman belajar bagi guru. Media itu ada yang berupa alat cetak dan alat-alat elektronik yang digunakan untuk menyampaikan isi pelajaran.

E.     FASE-FASE PERKEMBANGAN PENGAHAYATAN KEAGAMAAN
Adalah sukar menjelaskan garis perkembangan penghayatan itu secara tegas.
1.      Perkembangan pikiran
a.       Sifat dasar pikiran
b.      Tingkat perkembangn pikiran
c.       Perkembangan konsep
d.      Pola perkembangan
2.      Teori perkembangan
a.       Perkembangan dilihat dari tugas
b.      Tingkat-tingkat perkembangan pengenalan

F.     Ruang Lingkup Pengajaran agama
Dalam rangka menjelaskan ruang lingkup pengajaran agama, berikut ini akan dikemukakan beberapa bidang pembahasan pengajaran agama itu yang sudah menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri di perguruan agama.
Dilihat dari ruang lingkup pembahasannya, pengajaran agama Islam yang umumnya dilaksanakan di perguruan-perguraun tinggi agama sekarang, terdiri dari sejumlah mata pelajaran :
1.      Pengajaran keimanan
Iman berarti percaya. Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang berbagai aspek kepercayaan.
2.      Pengajaran akhlak
Secara umum diartikan “tingkah laku” atau budi pekerti. Menurut Imam Ghozali, akhlak adalah suatu istilah tentang bentuk batin yang tertanam dalam jiwa seseorang yang mendorong ia berbuat (bertingkah laku).
3.      Pengajaran ibadat
Dalam pengertian yang luas, ibadat ialah segala bentuk pengabdian yang ditunjukkan kepada Allah semata yang diawali oleh niat.
4.      Pengajaran fiqih
Fiqih artinya paham atau tahu. Menurut istilah yang digunakan para ahli fiqih, fuqoha’, fiqih itu ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syariat Islam yang diambil dari dalil-dalilnya yang terperinci.
5.      Pengajaran Ushul Fiqih
Ushul Fiqih adalah kata yang berasal dari bahasa arab “Ushulul Fiqih” yaitu asal usul fiqih. Menurut istilah yang digunakan oleh para ahli Ushul Fiqih, ushul fiqih ialah suatu ilmu yang membicarakan berbagai ketentuan dan kaidah yang dapat digunakan dalam menggali dan merumuskan hukum syariat islam dari sumbernya.
6.      Pengajaran Qiro’at Qur’an
Qiro’at Qur’an artinya membaca Al-Qur’an. Keistimewaannya:
a.       Al-Qur’an itu kalamullah yang dibukukan, kemurnian dan eksistensinya dijamin pemeliharaanya oleh Allah sendiri.
b.      Al-Qu’an itu diturunkan kepada Nabi Muhammad.
c.       Al-Qur’an mengandung ajaran yang bersifat Universal.
d.      Al-Qu’an merupakan mu’jizat nabi Muhammad.
e.       Kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an bersifat mutlak.
7.      Pengajaran Tafsir
Tafsir adalah bahasa arab yang diartikan dengan tabyin artinya penjelasan.
8.      Pengajaran Ilmu Tafsir
Berarti suatu proses kegiatan belajar mengajar yang berisi bahan ilmu tafsir.
9.      Pengajaran Hadits
Arti asli dari hadits adalah baru. Di dalam Al-Qur’an kata hadits ini berarti berita atau kabar. Menurut ahli ilmu hadits, hadits ialah segala sesuatu yang bersumber dari Nabu Muhammad SAW, baik merupakan perkataan, perbuatan, ketetapan atau sifat fisik atau kepribadian.
10.  Pengajaran Ilmu Hadits
Ilmu hadits ialah sekelompok teori (ilmu) yang dapat digunakan untuk mempelajari hadits, baik dari segi wurudnya, segi matan dan maknanya, dari segi riwayat dan dirayahnya, dari segi sejarah dan tokoh-tokohnya, dari segi dapat dianggap menjadi dalil atau tidaknya.
11.  Pengajaran Tarih Islam
Tarikh Islam disebut juga sejarah Islam. Pengajaran tarikh Islam sebenarnya pengajaran sejarah; sejarah yang berhubungan dalam pertumbuhan dan perkembangan umat Islam.
12.  Pelajaran Tarikh Tasyri’
Tarikh tasyri’, lengkapnya tarikh tasyrik Islam artinya sejarah pensyari’atkan ajaran (hukum Islam); sejarah resminya berlaku ajaran Islam.


BAB II
PRINSIP-PRINSIP
METODE MENGAJAR

A.    INDIVIDUALITAS
Individu adalah manusia orang seorang yang memiliki pribadi atau jiwa sendiri.
1.      Perbedaan Umur
2.      Perbedaan Intelegensi
3.      Perbedaan kesanggupan dan kecepatan
4.      Usaha menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu
a.       Individualized assignment
b.      Pengajaran unit atau proyek
c.       Homogeneous grouping
d.      Remedial work
e.       Teknik bertanya
f.       Mengusahakan pemberian tugas-tugas diluar sekolah

B.     KEBEBASAN
Pada prisipnya kebebasan mengandung tiga aspek yaitu; “self-direction” , “self-dicipline” dan “ self-control”.

C.     LINGKUNGAN
Usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan prinsip lingkungan dalam pengajaran adalah;
1.      Memberikan pengetahuan tentang lingkungan anak.
2.      Mengusahan agar alat yang digunakan berasal dari lingkungan.
3.      Mengadakan karyawisata
4.      Memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan penyelidikan sesuai dengan kemampuannya.


BAB III
PENGORGANISASIAN BELAJAR


A.    Apakah yang hendak diajarkan?
B.     Apa yang harus diajarkan?
C.     Nilai apa yang diajarkan?
D.    Hasil belajar yang bagaimana yang diharapkan?
E.     Dapatkah hasil belajar itu dievaluasi?
F.      Alat pelajaran yang digunakan?
G.    Sistem pemeriksaan dan penilaian?

BAB IV
BERBAGAI TUGAS

A.    TUGAS GURU
B.     TUGAS MURID
C.     ISI TUGAS



BAB V
BEBERAPA METODE PENGAJARAN

A.    METODE CERAMAH
B.     METODE DISKUSI
C.     METODE EKSPERIMEN
D.    METODE DEMONTRASI
E.     METODE PEMBERIAN TUGAS
F.      METODE SOSIODRAMA
G.    METODE DRILL (LATIHAN)
H.    METODE KERJAAN KELOMPOK
I.       METODE TANYA JAWAB
J.       METODE PROYEK

BAB VI
BEBERAPA SISTEM PENYAMPAIAN

A.    PENYAMPAIAN BERHADAPAN
B.     PROSEDUR PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL (PPSI)
C.     PENGEMBANGAN SISTEM MODUL











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Loading...

My New Style

My New Style

My Family

My Family
Miyya Kak Cintha and Family

Prambanan In Action

Prambanan In Action

Kakak Miya

Kakak Miya

PKN STAIMUS 2013

PKN STAIMUS 2013
Mahasiswa PKN dan Peserta Lomba TPQ

PKN 2013 STAIMUS

PKN 2013 STAIMUS

Entri Populer

Fish